Bulan Bahasa Bali VIII Warsa 2026

Lestarikan Budaya di Tengah Modernisasi, SMA Negeri Satu Atap Lembongan Gelar Bulan Bahasa Bali VIII
LEMBONGAN – Dalam upaya memperkokoh jati diri budaya di era globalisasi, SMA Negeri Satu Atap Lembongan kembali menggelar perayaan Bulan Bahasa Bali VIII Warsa 2026. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi para siswa untuk menunjukkan kecintaan dan kemahiran mereka dalam berbahasa, bersastra, dan beraksara Bali.
Mengusung Tema Suci: "Atma Kerthi, Udiana Purnaning Jiwa"
Tahun ini, perayaan mengusung tema filosofis "Atma Kerthi, Udiana Purnaning Jiwa". Tema ini mencerminkan penyucian jiwa dan raga melalui pelestarian budaya, di mana bahasa Bali dipandang bukan sekadar alat komunikasi, melainkan akar dari spiritualitas dan kearifan lokal masyarakat Bali.
Wimbakara Nyurat Aksara Bali: Mencari Sang Jayanti
Puncak kemeriahan acara ditandai dengan Wimbakara (Lomba) Nyurat Aksara Bali. Perlombaan ini diikuti dengan antusias oleh para siswa-siswi SMAN Satu Atap Lembongan.
Keberhasilan luar biasa diraih oleh Pramana Patra, yang berhasil menyabet predikat sebagai Jayanti dalam kompetisi tersebut. Ketelitian dan keindahan goresan aksara Bali yang ditampilkannya berhasil memukau para juri, membuktikan bahwa generasi muda di Nusa Lembongan masih memiliki dedikasi tinggi terhadap warisan leluhur.
Dukungan Penuh dari Pihak Sekolah Kepala SMAN Satu Atap Lembongan, I Wayan Budi Mustika, S.Pd., memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh peserta. Penyerahan penghargaan kepada para juara dilakukan tepat pada hari Jumat, 20 Februari 2026 (Rahina Sukra Pon), yang sekaligus menjadi penutup manis rangkaian kegiatan bulan ini.
"Kegiatan ini adalah bukti nyata komitmen sekolah dalam menjaga napas budaya Bali. Kami bangga melihat siswa seperti Pramana Patra yang mampu menjaga tradisi nyurat aksara di tengah gempuran teknologi digital," ujar pihak sekolah dalam sambutannya.
Dengan terlaksananya Bulan Bahasa Bali ini, diharapkan semangat untuk menggunakan bahasa Bali dalam kehidupan sehari-hari tidak hanya berhenti di ajang lomba, tetapi terus tumbuh sebagai identitas diri bagi generasi muda di Pulau Lembongan.
Share This Post To :
Kembali ke Atas
Artikel Lainnya :
- SMA Negeri Satu Atap Lembongan Berpartisipasi di Porja Klungkung
- Mengenal Deep Learning Beserta Contoh Penerapannya
- Program Sekolah Penggerak
Kembali ke Atas



